Indo Tower Crane
7 Jenis Alat Berat dan Fungsinya dalam Proyek Konstruksi

Keberadaan alat berat semakin dibutuhkan dalam menunjang proyek pembangunan—entah untuk skala kecil maupun besar. Alat-alat berat tak hanya digunakan untuk membangun gedung atau fasilitas seperti jembatan, melainkan juga untuk menjelajah dan mengangkut hasil-hasil tambang yang terlalu berat kalau dikerjakan secara tradisional.

Maka dari itu, alat-alat berat yang tersedia memang beragam dan disesuaikan dengan kebutuhan proyek. Apa saja jenis alat-alat tersebut berdasarkan fungsinya?

  • Alat pengolah lahan

Dalam sejumlah proyek, lokasi yang digarap kadang perlu diolah lagi untuk memuluskan pekerjaan. Di sinilah alat pengolahan lahan melakukan tugasnya. Dari membuka lahan, menggusur pepohonan atau memangkas rumput, dan hambatan lain menggunakan dozer. Sementara untuk mengangkat lapisan tanah teratas memakai scraper yang nantinya akan diratakan lagi oleh dozer.

  • Alat penggali

Sesuai namanya, perangkat yang dikenal dengan nama excavator ini memegang peranan menggali lahan berupa tanah maupun bebatuan. Dengan begitu, base yang akan dipakai untuk membangun pun menjadi stabil. Beberapa jenis alat penggali yang dimanfaatkan dalam proyek mencakup front shovel, back hoe, clamshell, serta dragline.

  • Alat pengangkut material

Disebut juga dengan nama crane, alat pengangkut material bertugas membawa bahan-bahan bangunan secara vertikal yang kemudian dipindahkan secara horizontal dalam jarak jangkauan kecil. Seperti halnya alat penggali, crane juga dibagi lagi menjadi beberapa jenis. Tipe yang cukul dikenal adalah tower crane, lalu ada juga truk, wagon, dan belt untuk pengangkutan material yang jarak jangkauannya lebih jauh.

  • Alat pemindahan material

Alat pemindahan material tidak seperti alat-alat berat lainnya, karena tidak dioperasikan sebagai moda transportasi. Jenis alat ini biasanya hanya berfungsi untuk memindahkan satu alat ke alat lainnya. Salah dua jenis alat berat untuk memindahkan material yang sering ditemukan di lokasi proyek pembangunan adalah loader dan dozer.

  • Alat pemadat

Compactor, tamping roller, dan pneumatictiredroller adalah segelintir contoh alat pemadat yang dipakai kontraktor. Alat ini biasanya digunakan untuk pemadatan dalam pembuatan jalan, landasan terbang, tanggul sungai, dan proyek sejenis. Tanpa alat pemadat, akan sulit bagi tanah untuk mampat sempurna karena tidak adanya metode mekanis yang diaplikasikan.

  • Alat pemroses material

Selanjutnya, ada alat pemroses material yang dimanfaatkan untuk mengubah ukuran dan bentuk mineral maupun bebatuan sesuai kebutuhan. Hasilnya meliputi bebatuan bergradasi, semen, aspal, dan beton. Untuk tahap ini dibutuhkan crusher dan concrete mixer truck. Sementara buat mencampurnya diperlukan asphalt mixing plant dan concretebatch plant.

  • Alat penempatan akhir material

Setelah melewati proses-proses di atas, material akan ditempatkan pada tempat yang sudah ditentukan menggunakan perangkat ini. Ketika dipindahkan ke lokasi tadi, material diratakan dan dipadatkan sampai benar-benar sesuai dengan spesifikasi yang diinginkan. Alat-alat yang berada dalam kategori ini meliputi motor grader, alat pemadat, concrete spreader, dan asphalt paver.

Dalam proyek konstruksi sendiri, ada empat alat yang paling sering digunakan pekerja. Di antaranya dozer, alat penggali atau excavator (backhoe, clamshell, front shovel), alat pengangkut (loader, truck, conveyor belt), dan alat pemadat tanah (roller, compactor).

Dengan mengetahui kategori alat berat beserta fungsinya, akan mudah bagi kontraktor untuk memilah jenis mana saja yang akan mereka manfaatkan dalam proyek. Langkah tersebut pun mempercepat proses pembangunan dan membantu klien untuk menyepakati bujet yang hendak disepakati.

Semoga informasi seputar alat berat ini membantu!

Copyright © 2012. IndoTowerCrane.com. All Rights Reserved. Powered by Toffeenet